Rabu, 01 Mei 2024

ETS DIGITAL BISNIS DINA FAUZIAH

 



REVIEW JURNAL

PENINGKATAN KEMAMPUAN BRANDING UMKM MELALUI PROSES DIGITALISASI BISNIS


Nama : Dina Fauziah 

Nim : 0218402

Kelas : M36



Judul

 Analisis critical sucsess factor (CSF) untuk mengimplementasi digital bisnis


Nama Penulis


Otami amalina

Eko purwanto

Hanifah permatasari


Nama Journal

Jurnal of scientech reserch and depelopment


Volume, No, dan halaman

Vol. 5 No.2 Desember  2023 98-108

e-ISSN : 2715 - 5846


Tahun

2023


Link Download

https://www.idm.or.id/JSCR/index.php/JSCR/article/view/167/147





Latar Belakang Masalah

Latar belakang jurnal ini adalah pentingnya memahami dan mengimplementasikan Critical Success Factor (CSF) dalam bisnis digital untuk mencapai kesuksesan di era bisnis yang semakin digital.


Tujuan Penelitian

Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis implementasi Critical Success Factors (CSF) pada bisnis digital dan menganalisis dampak implementasi CSF terhadap perkembangan bisnis digital.


Metode Penelitian

Metode penelitian yang digunakan dalam jurnal ini adalah penelitian deskriptif kualitatif dengan menggunakan metode literature review dengan struktur tematik 






Subyek dan Objek Penelitian

Subjek penelitian ini adalah analisis Critical Success Factor (CSF) untuk implementasi bisnis digital, sedangkan objek penelitiannya adalah dampak implementasi CSF terhadap perkembangan bisnis digital.




Hasil Penelitian

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa implementasi Critical Success Factor (CSF) pada bisnis digital memiliki dampak yang signifikan terhadap kesuksesan perusahaan, seperti fokus pada tujuan strategis, penentuan prioritas, pengambilan keputusan yang lebih baik, peningkatan efisiensi dan efektivitas, daya saing yang lebih kuat, pengukuran kinerja yang jelas, peningkatan pengalaman pelanggan, menciptakan inovasi dan perubahan yang lebih mudah, meningkatkan kolaborasi dan komunikasi, serta menciptakan keberlanjutan dan pertumbuhan.


Kelebihan Penelitian

1. Penelitian ini memberikan pemahaman yang mendalam tentang pentingnya implementasi Critical Success Factor (CSF) dalam bisnis digital dan dampaknya terhadap kesuksesan perusahaan di era bisnis yang semakin digital.

2. Melalui analisis faktor kritis kesuksesan (CSF) dalam implementasi bisnis digital, penelitian ini memberikan wawasan tentang dimensi-dimensi yang perlu diperhatikan, seperti pengalaman pelanggan, organisasi perusahaan, budaya dan kepemimpinan, visi dan operasi, mitra, data dan teknologi informasi, serta kemampuan dan kompetensi SDM.

3. Penelitian ini juga mengidentifikasi beberapa sektor industri yang telah berhasil menerapkan CSF, seperti teknologi, ritel, perawatan kesehatan, manufaktur, layanan keuangan, dan pendidikan, serta negara-negara yang unggul dalam implementasi CSF, seperti Amerika Serikat, Jerman, Singapura, Jepang, dan Korea Selatan.

4. Dengan menyoroti elemen-elemen kunci CSF untuk bisnis digital, seperti Pengalaman Pengguna, Strategi Mobile-First, Keamanan Data, Analisis Data, Integrasi Teknologi, Pemasaran Konten, Keterlibatan Media Sosial, dan Harapan Pelanggan, penelitian ini memberikan panduan praktis bagi perusahaan dalam mengimplementasikan CSF sesuai dengan konteks bisnis dan industri mereka.



Kekurangan Penelitian

Kekurangan penelitian ini adalah kurangnya data primer yang dikumpulkan langsung dari perusahaan-perusahaan yang telah mengimplementasikan CSF dalam bisnis digital. Penggunaan data sekunder dari studi sebelumnya dapat membatasi pemahaman mendalam tentang konteks dan implementasi CSF secara spesifik dalam berbagai industri dan perusahaan.






Diskusi / Rekomendasi

Rekomendasi dari penelitian ini adalah perlunya penelitian lanjutan yang melibatkan data primer dari perusahaan-perusahaan yang telah berhasil mengimplementasikan Critical Success Factor (CSF) dalam bisnis digital. Hal ini akan memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang konteks dan implementasi CSF secara spesifik dalam berbagai industri dan perusahaan, serta memperkuat validitas temuan penelitian ini.






Evaluasi Tengah Semester (Kesimpulan Materi) Ditujukan Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Digital Bisnis (MNJ-63036)

Bapak Sandi Setiadi, S.E., M.M.












Dibuat oleh: DINA FAUZIAH 0218402

MANAJEMEN 21D / M36 SORE WEEKDAY




PROGRAM STUDI MANAJEMEN FAKULTAS SOSIAL EKONOMI

UNIVERSITAS LINGGABUANA PGRI SUKABUMI 2024



Bisnis Digital

Digital Business atau Bisnis Digital adalah pemanfaatan teknologi dalam bisnis, baik secara internal maupun eksternal, untuk menciptakan nilai baru. Konsep ini melibatkan penciptaan desain bisnis baru dengan mengaburkan batas antara dunia digital dan fisik. Digital business tidak hanya tentang menghadirkan bisnis Anda secara daring, tetapi lebih tentang mengguncang model bisnis secara dramatis dengan integrasi teknologi dan model bisnis yang inovatif. Contoh-contoh nyata dari digital business termasuk perusahaan seperti GoJek, Grab, Airbnb, dan lainnya, yang mengubah lanskap bisnis dengan cara yang revolusioner.


Revolusi industri

Revolusi industri menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), revolusi industry adalah perubahan radikal dalam usaha mencapai produksi dengan menggunakan mesin mesin, baik untuk tenaga penggerak maupun tenaga pemroses.

Revolusi Industri 1.0:

Revolusi Industri 1.0 dimulai pada akhir abad ke-18 dan awal abad ke-19 dengan pengenalan mesin uap. Ini menyebabkan peralihan dari produksi manual menjadi produksi mekanis. Industri tekstil dan pertambangan menjadi dua sektor utama yang dipengaruhi oleh revolusi ini.

Revolusi Industri 2.0:

Revolusi Industri 2.0 terjadi pada pertengahan abad ke-19 dengan pengenalan mesin listrik dan garis perakitan. Ini memungkinkan produksi massal yang lebih efisien dan membawa transformasi besar dalam industri manufaktur.



Revolusi Industri 3.0:

Revolusi Industri 3.0 dimulai pada pertengahan abad ke-20 dengan munculnya komputer dan otomatisasi. Ini melibatkan otomatisasi proses produksi dan penggunaan teknologi komputer dalam berbagai aspek kegiatan industri.

Revolusi Industri 4.0:

Revolusi Industri 4.0, juga dikenal sebagai Revolusi Industri Digital, adalah gelombang baru dalam transformasi industri yang ditandai oleh integrasi teknologi digital, kecerdasan buatan, Internet of Things (IoT), big data, dan teknologi lainnya ke dalam proses produksi. Ini membawa konsep-konsep seperti pabrik pintar dan penggunaan data secara ekstensif untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas.

Revolusi Industri 5.0:

Revolusi Industri 5.0 adalah konsep yang masih dalam tahap perkembangan dan diskusi. Ini mencakup integrasi manusia dan teknologi, di mana manusia dan robot bekerja bersama-sama secara harmonis. Ini tidak hanya tentang otomatisasi, tetapi juga tentang peningkatan peran manusia dalam proses produksi yang didukung oleh teknologi canggih seperti kecerdasan buatan dan robotika. Revolusi ini menekankan nilai- nilai seperti kreativitas, kolaborasi, dan fleksibilitas.



Sistem E-Business

Sistem E-Business merujuk pada kegiatan bisnis yang dilakukan oleh organisasi atau individu menggunakan media teknologi informasi, khususnya internet, untuk menjalankan dan mengelola proses bisnis mereka. Tujuan utama dari Sistem E-Business adalah untuk memberikan sejumlah manfaat, termasuk keamanan, fleksibilitas, integrasi, optimisasi, efisiensi, dan peningkatan produktivitas. Dengan menggunakan teknologi informasi, bisnis dapat melakukan transaksi secara elektronik, mengelola inventaris, berinteraksi dengan pelanggan, dan mengoptimalkan proses bisnis mereka secara keseluruhan. Ini memungkinkan bisnis untuk berkembang dan bersaing lebih efektif di pasar yang semakin terhubung secara digital.


Macam-macam bisnis digital terdiri atas beberapa hal:

Bisnis Digital Afiliasi: Bisnis di mana Anda mempromosikan produk atau layanan orang lain dan mendapatkan komisi atas setiap penjualan atau tindakan yang dihasilkan dari referensi Anda.

Mengelola Toko Online: Berjualan produk atau layanan secara daring melalui platform e-commerce, seperti Shopify, WooCommerce, atau platform lainnya.

Menjalankan Bisnis Affiliate Marketing: Memasarkan produk atau layanan orang lain melalui saluran online, seperti blog atau media sosial, dan mendapatkan komisi atas penjualan yang dihasilkan dari referensi Anda.

Menjadi Dropshipper: Menjual produk tanpa perlu menyimpan stok sendiri. Anda mempromosikan produk kepada pelanggan, dan ketika ada pesanan, Anda memesan barang tersebut langsung dari pemasok atau produsen untuk dikirimkan kepada pelanggan.

Menjadi Content Creator atau Youtuber Handal: Membuat konten menarik, informatif, atau menghibur di platform seperti YouTube, Instagram, atau blog, dan mendapatkan penghasilan dari iklan, sponsor, atau dukungan penggemar.



Menekuni Dunia Blogger: Menulis konten yang berkualitas dan bermanfaat di blog pribadi atau platform blogging lainnya, dan menghasilkan uang melalui iklan, sponsorship, atau penjualan produk afiliasi.


Strategi Bisnis dan Manajemen Strategi

Strategi bisnis adalah penetapan sasaran dan tujuan jangka panjang sebuah perusahaan, dan arah tindakan serta alokasi sumber daya yang diperlukan untuk mencapai sasaran dan tujuan tersebut.


Tingkatan Strategi

tingkatan strategi umumnya merujuk pada tingkat hierarki dalam perencanaan strategis suatu organisasi

Tingkat Korporasi

Strategi korporasi mengacu pada tingkat perusahaan yang memiliki saham (ownership) beberapa perusahaan lain. Strategi korporasi ini menangani seluruh ruang lingkup strategis perusahaan, terutama dalam menentukan tujuan dan sasaran bisnis apa yang harus atau ingin dimiliki oleh perusahaan.

Tingkat Multi Divisi (Business Level Strategy)

Strategi bisnis multi divisi terjadi pada tingkat divisi atau unit bisnis dan menekankan pada perbaikan posisi bersaing produk atau jasa pada spesifik industri atau segmen pasar tertentu. Strategi ini digunakan oleh berbagai departemen atau divisi dalam perusahaan untuk meraih tujuan atau goals.

Tingkat Fungsional (Functional Level Strategy)

Strategi fungsional adalah strategi yang dirumuskan secara spesifik pada area fungsional tertentu untuk mendukung area fungsional. Strategi fungsional ini meliputi departemen-departemen yang terdapat di unit bisnis seperti pemasaran, produksi, keuangan, sumber daya manusia, IT serta penelitian dan pengembangan. Strategi fungsional ini biasanya dihasilkan dan dievaluasi oleh kepala departemen.



Tingkat Operasional (Operational Level Strategy)

Strategi operasional merupakan strategi yang menjalankan implementasi dari operasional-operasional perusahaan. Strategi operasional ini berfokus pada optimalisasi produktivitas sumber daya dalam memberikan nilai (value) terbaik untuk kebutuhan pelanggan (customers

ETS DIGITAL BISNIS DINA FAUZIAH

  REVIEW JURNAL PENINGKATAN KEMAMPUAN BRANDING UMKM MELALUI PROSES DIGITALISASI BISNIS Nama : Dina Fauziah  Nim : 0218402 Kelas : M36 Judu...